Skip to content

Tarombo Batak : Contoh Tarombo Sehari-hari

Tarombo adalah urutan/silsilah dalam suatu keturunan/generasi pd suatu marga Batak. Orang batak yg patrilineal, selalu mencatat silsilah nenek moyangnya sampai ke generasi seterusnya ke dalam sebuah buku yg disebut buku tarombo batak.
Fungsi dasar dari tarombo ialah agar jika kita bertemu dengan orang lain yg satu marga atau masih dalam satu group, dapat saling mengetahui silsilah keluarganya. atau juga untuk menentukan panggilan diantara mereka(martutur) berdasarkan silsilah/garis keturunan nenek moyang. Tutur ialah aturan panggilan berdasarkan hubungan kekeluargaan(genealogical terminology) .

Jadi kalau kita bertemu orang yg satu marga ataupun marga yg masih dalam satu group kita tahu memanggilnya berdasarkan urutan/histori dan silsilah kekeluargaan yg ada.

contoh: Raja Sinaga mempunyai 3 orang anak yaitu: Bonor, Ratus, Uruk. Si A bermarga Sinaga Bonor bertemu dengan si B yg bermarga Sinaga Uruk.

Pada biasanya waktu berkenalan kita hanya menyebutkan marga saja..Si A bertanya kepada si B dalam percakapan:
A: Marga apa lae?
B: Saya marga Sinaga, lae B.
A: Bah..aku juga marga Sinaga
B: Horas!..Sinaga apa appara? >> sudah tidak panggil Lae lagi, tetapi Appara(ampara) karena satu marga, appara yg artinya bisa adik/abang.

A: aku Sinaga Bonor, kalau appara B?
B: kalau aku Sinaga Uruk, abang. >> berganti menjadi abang, karena si Bonor ialah anak Raja Sinaga paling tua dan Uruk paling bontot. atau juga panggil ‘ bapa uda‘ kalau si A sudah menikah.

A: i see..panggil appara saja, appara B (konteksnya kalau mereka tidak jauh dalam soal umur dan sama-sama belum menikah).

contoh yg lain: Si A Sinaga Bonor bertemu Si B Sinaga Bonor juga.

A: marga apa lae B?
B: aku marga Sinaga, lae A.
A: Bah..! aku juga Sinaga
B: appara A, Sinaga apa? >> berganti dalam pemanggilan bukan Lae lagi tapi ‘appara’.
A: aku Sinaga Bonor.
B: wah, sama kita aku juga Sinaga bonor, Nomor berapa appara A?
A: aku nomor 19, kalau appara B?
B: saya nomor 20, horas bapa uda!! >> ganti bukan appara lagi tapi ‘bapa uda‘ yg artinya adik dari ayahku…karena si B (nomor 20) dan si A(nomor 19) lebih tua satu level daripada si B.

contoh lain: Si A marga Sidabutar bertemu si B marga Sidabalok.
dalam percakapan.
A: horas, marga apa lae B ?
B: aku marga Sidabalok, kalau lae A marga apa ?
A: horas, appara B..aku marga Sidabutar.

dalam konteks diatas si A dan si B, masih dalam satu group marga, kakak-beradik (Sidabutar, Sijabat, Siadari, Sidabalok). kalau si A lebih tua dan sudah menikah, si B bisa memanggilnya Abang atau bapa uda.

kira-kira begitulah fungsi tarombo dalam kehidupan halak hita .. aturan silsilah dan tutur sangat penting, jadi nggak asal panggil lae..taunya masih satu marga.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: